STASIUN
CUACA LANUD WIRIADINATA
KOTA
TASIKMALAYA
LAPORAN
Disusun
untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata
Kuliah Praktikum Meteorologi dan Klimatologi
Oleh,
Cep Roby Hermawan
122170037
PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
SILIWANGI
TASIKMALAYA
2013
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena atas limpahan Rahmat,
Hidayah dan Inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan
ini penulis ajukan sebagai tugas dari hasil penelitian di daerah Manonjaya Lanud
Wiriadinata.
Materi
yang disajikan dalam laporan ini meliputi seperangkat pengetahuan yang penulis
dapatkan dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan. Laporan ini juga
dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan. Dengan demikian, diharapkan
para pembaca dapat memahami isi dan materi dengan baik,
penulis
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam
penulisan laporan ini.
Penulis
menyadari dalam laporan ini masih banyak kekurangan. Karenanya, penulis mengharapkan
kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini dimasa yang
akan datang.
Penulis
berharap laporan ini dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan
dosen,mahasiswa dan para pembaca lainnya.
Tasikmalaya,
Juni 2013
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Disemua
Universitas dijurusan Geografi setiap selaulu di laksanakan penelitian keluar
yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi geografi untuk
mengetahui dan memahami alat-alat untuk mengukur suhu, tekanan udara, intesitas
cahaya matahari dan sebaginya. Dan dalam mata kuliah geografi khususnya mata
kuliah Meteorologi dan Klimatologi tidak hanya teori saja jadi harus
dilaksanakan sebuah penelitian langsung ke lapangan untuk memahami yang
sebenarnya tentang kajian geografi dan mencocokan dengan yang kita pelajari.
Penelitian
ini merupakan salah satu mata kuliah yang apabila kita tidak mengikutinya maka
mata kuliah yang bersangkutan tidak akan lulus. Itulah yang melatarbelakangi
dalam pembuatan laporan penelitian alat-alat meteorology dan klimatologi.
B. Permasalahan
1. Apa saja alat-alat Meteorology dan Klimatologi beserta cara kerjanya?
2. Bagaimana keadaan suhu rata-rata kota Tasikmalaya?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui alat-alat Meteorologi dan Klimatologi beserta cara
kerjanya.
2. Untuk
mengetahui keadaan suhu rata-rata kota Tasikmalaya
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Unsur-unsur
Cuaca Dan Iklim beserta Alat-alatnya
Atmosfer
adalah suatu lingkungan benda gas yang menyelubungi bumi,atau suatu lapisan
udara yang ada di atas permukaan bumi dan ikut berotasi atau berevolusi
bersama-sama dengan bumi. Adapun fenomena yang paling berhubungan dengan
atmosfer adalah cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer dalam
waktu yang singkat dan menempati wilayah yang sempit, dan dapat ditelaah lebih
lanjut oleh meteorologi. Sedangkan rata-rata keadaan cuaca dalam waktu
yang sangat lama dan berlaku diwilayah yang luas dinamakan dengan Iklim,
dan dipelajari secara khusus oleh ilmu klimatologi.
Alat
klimatologi atau meteorologi biasanya disimpan di dalam sangkar meteorologi
agar dapat terlindung dari hujan, debu dan sebagainya. Alat tersebut harus
dipelihara oleh orang terlatih. Stasiun klimatologi adalah unit pelaksana
tekhnis BMKG yang bertugas;
1. Melaksanakan
pengamatan klimatologi
2. Pengumpulan dan
penyebaran data
3. Pelayanan jasa
klimatologi dan kualitas udara
4. Pengamatan
meteorologi pertanian
Dalam hal ini ada
beberapa yang perlu alat-alat yang di pelajari dalam observasi kali ini
diantaranya:
1. Suhu udara
Adalah
tingkat derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer. Semakin cepat
gerakanya semakin tinggi pula suhunya sehingga yang dirasakan semakin panas.
Pengukuran suhu udara dan kelembapan udara dapat dilakukan dengan menggunakan Psikometer
(sangkar meteorologi) dengan satuan celcius (C).
a. Psikometer (Sangkar
Meteo)
Berfungsi sebagai tempat meletakan peralatan meteorologi.
Thermometer bola basah dan thermometer bola kering dibacanya satu jam sekali
dan hasilnya akan didapati kelembaban udara humidity. Untuk thermometer maximum
dan thermometer minimum dibacanya pada sore hari, berita sinopnya dikirim ke
Ciputat, Palembang, Medan Pontianak untuk mendapatkan prakiraan cuaca. Dalam
thermometer ini terdapat air raksa yang satuannya millimeter (mm), hasilnya
thermometer bola basah dan bola kering dapat ditemukan dewpoint table (titik
embun) dan kelembaban nisbi. Biasanya thermometer maximum posisinya sedikit
yang sudah ditetapkan menjadi standar nasional. Di dalamnya terdapat empat buah
thermometer:
1. Thermometer
Bola Kering (BK)
yaitu suhu yang
ditunjukkan dengan thermometer bulb biasa dengan bulb dalam keadaan kering.
Satuan untuk suhu ini bias dalam celcius, Kelvin, fahrenheit. Seperti yang
diketahui bahwa thermometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam
thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka
terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena
mendapatkan kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada di
dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik.
Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversika dengan satuan suhu (celcius,
Fahrenheit, dll).
2. Thermometer
Bola Basah (BB)
yaitu suhu bola basah. suhu ini diukur
dengan menggunakan thermometer yang (bagian bawah thermometer) dilapisi dengan
kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.
3. Thermometer
Maxsimum
Adalah termometer air raksa yang diletakan mendatar agak
miring keatas karena adanya tabung permukaan. Pada tabung gelasnya dibuat
penyempitan pembuluh (konstriksi). Jika suhu panas maka air raksa memuai
sehingga permukaan air raksa naik (bergerak ke kanan) tetapi jika suhu turun,
permukaan air raksa tetap pada kedudukan seperti pada waktu suhu panas, hal ini
disebabkan karena adanya konstriksi yang menutup air raksa yang berada di atas
nya.
4. Thermometer
Minimum
Adalah termometer yang menggunakan zat cair alkohol. Cara
kerjanya jika suhu dingin maka permukaan alkohol yang bergerak ke kiri akan
membawa indeks petunjuk, yang berwarna merah jika suhu naik, maka indeks akan
tetap pada tempatnya, meskipun permukaan alkohol mengembang dan bergerak ke
kanan.
Cara penggunaanya :
- Bola basah dan
bola kering di baca denga menggunakan titik embun dan kelembapan udara.
- Thermometer
maxsimum dilihat pada sore hari sekitar pukul. 12.00-19.00
Thermometer r minimum dilihat pada pagi hari
sekitar pukul. 00.00-07.00
- Setelah dibaca
kemudiaan di reset dengan cara Thermometer bola kering di angkat ke atas
kebawah sehingga mulai dari nol lagi. Thermometer bola basah di putar sehingga
mulai dari nol lagi.
2. Angin
a. Theodolit

Alat
untuk mengukur udara lapisan atas, udara itu berada disekitar lapisan bisa
sampai 15.000 feet yang menggunakan balon meteo dan ditiup memakai gas. Balon
diukur menggunakan piler di sesuaikan dengan pas setelah 30 menit, di catat
sudut validasinya dan azimutnya sampai balon hilang menembus awan.
Meja
plotting board digunakan untuk mengukur pada 1.000 feet dan seterusnya,
biasanya digunakan untuk penerjun dan penerbang, telotiksida, ferisilikon, dan
air lalu di masukan ke balon meteo yang setiap 30 detik di catat dan terus
dicermati. Bisa mengetahui beberapa feet sekaligus notnya.
Pada
lapisan atas terutamanya lapisan awan, cumulonimbus memiliki listrik dan
partikel-partikel membahayakan yang sangat ditakuti juga terdapat turbolensi
yang maksudnya gerakan angin yang dating dan perginya tidak beraturan, alat ini
bisa menghasilkan prakiraan cuaca. Pesawat boing diatas 20.000 feet kalau
visibility diatas 20.000 m sudak tidak berpengaruh untuk cuaca. Satuannya
derajat dan not.
Balon Meteo

Tabung Gas

b. Anemometer


Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin permukaan, ada batasnya 10 m dari permukaan untuk turun dan naiknya pesawat. Terdapat dua jenis yaitu Young dari Jepang dan Erquest dari Jerman, cara kerjanya untuk request menunjukan arah dan untuk kecepatan bergerak secara otomatis. Sedangkan yang digital sangat peka terhadap keadaan angin, setiap hembusan angin kencang maka knotnya akan naik. Satuannya knot.
3. Penyinaran Matahari
Humble
Stock

Alat
untuk mengukur lamanya penyinaran matahari, satuannya persen (%). Memakai pias
yang pendek, sedang, dan panjang. Untuk yang pendek digunakan pada bulan 1
November sampai 29 February dan posisi piasnya diatas, untuk yang medium
digunakan pada bulan September sampai Oktober dan Maret sampai April dipasang
dibagian tengah, untuk yang panjang digunakan pada bulan 31 Agustus yang
pemasangannya dibawah setiap jam 6 pagi samap jam 6 sore. Alat ini anti air,
posisinya tidak berubah, kalau cuaca bagus maka hasil pembakarannya akan bagus
dan sebaliknya kalau keadaan cuaca sedang tidak mendukung maka pembakarannya
akan terputus-putus. Arahnya menghadap ke utara yang berlaku untuk semua alat.
Di pias tersebut terdapaat nomor yang menunjukan jam, jadi dipakai dalam hasil
persen (%) yang tiap garis jaraknya 10%.
4. Hujan atau Presipitasi
Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda
dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan
keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh
es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh
dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat
mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau
penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang
jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara
penjenuhan udara. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau
kristal es dengan awan. Butir hujan memilik ukuran yang
beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir
kecil). Di Lanud terdapat beberapa penakar hujan:
a. Penakar Hujan (Tipe OBS)

Yaitu
alat penakar hujan manual yang waktu pengukurannya 3 jam sekali, lalu dicatat
dibuku sandi dan dikirm ke Palembang dan Medan. Satu kali 24jam itu dikirimkan
laporannya, 1m itu mewakili 1m². satuannya millimeter (mm), dipergunakan untuk
kebutuhan cuaca.

b.
Penakar Hujan (Tipe Hillman)



Bekerja secara otomatis karena bekerja sendiri,
dipasang jam 7 pagi, ada tinta untuk mencatat yang bisa mengetahui jumlah curah
hujannya dan bisa dibaca di kertas piasnya. Kalau sudah penuh jamnya akan naik
berputar seperti seismograf. Satuannya millimeter (mm), jamnya dipasang pada
saat penakaran 10 mm, jam akan naik. Cara pencatatannya secara otomatis,
penakaran secara manual dan otomatis hasilnya sama dan jamnya berputar 24 jam
seperti mana biasanya. Penemunya adalah Hillman.
5. Tekanan Udara
Adalah
kumpulan udara untuk menahan gaya beratnya, dapat di ukur dengan menggunakan Barometer.
Satuanya milibar (mb).
Barometer
adalah tabung yang berisi air raksa yang dilengkapi oleh thermometer untuk
mengetahui suhu udara di dalam ruangan. Alat ini tidak boleh terkena sinar
matahari, angin langsung dan di ruangannya jangan banyak orang karena hasil
pengukurannya akan berbeda dan tekanannya pun akan naik, dipasang tegak lurus
pada dinding yang kuat. Tinggi bejananya satu meter dari lantai.
Cara
kerjanya adalah baca termometer yang menempel pada barometer kemudian stel
nonius sehingga menyinggung permukaan air raksa lalu baca skala barometer.

6.
Awan
Adalah gabungan uap air yang terdapat pada udara. Ketika
terjadi penurunan suhu, uap air tersebut akan mengembun menjadi titik-titik
air, peristiwa ini disebut kondensasi.
Berdasarkan ketinggianya awan dibedakan menjadi awan tinggi,
awan menengah dan awan rendah. Sedangkan menurut bentuknya awan dibedakan
menjadi:
a.
Cirus yaitu awan yang bentuknya terdiri dari
serat-serat halus.
b.
Cumulus yaitu awan yang bentuknya bergerombol
seperti bulu domba.
c. Strarus
yaitu awan yang bentuknya berlapis-lapis.
7.
Kelembaban
Udara
Adalah kandungan uap air yang terdapat dalam udara.
Kelembapan udara dapat diukur dengan psikometer yang terdiri dari termometer
bola kering dan bola basah. Alat ini ditempatkan dalam sangkar meteorologi
dalam keadaan datar. Bola yang mengandung air raksa dari termometer bola basah
dibungkus dengan kain yang dibasahi terus menerus dengan air destilasi melalui
benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Dengan memutar
psikometer diluar sangkar meteorologi selama kurang lebih 1 sampai 2 menit
dapat dibaca suhu termometer bola basah dan kering. kemudian hasil tersebut
akan dicocokan dengan tabel kelembaban udara sehingga akan didapatkan
kelembapan relatifnya. Ada sebuah alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan
udara dan suhu udara secara otomatis yaitu thermohigrograf.

B. Deskrifsi keadaan cuaca di Tasikmalaya
1.
Suhu rata-rata kota Tasikmalaya
Suhu rata-rata tahunan untuk kota tasikmalaya yaitu dicari
melalui pengamatan setiap jam kemudian dimasukan data tersebut kedalam buku
synop (buku pengamatan). Suhu tahunan rata-rata dihitung dari jumlah suhu
bulanan rata-rata dan di bagi dengan 12 bulan. Sebenarnya suhu tahunan
rata-rata dihitung dari jumlah suhu harian rata-rata dalam satu tahun dan di
bagi dengan jumlah hari selama setahun yaitu 365 hari, tetapi kedua perhitungan
itu secara otomatis memberikan hasil yang sama.
2.
Cara memperoleh data tentang suhu rata-rata dan rata-rata curah hujan tahunan.
Suhu rata-rata tahunan dan rata-rata curah hujan tahunan
diperoleh dari hasil pengamatan temperatur dan tekana setiap jam, hari, minggu
dan bulan. Dalam buku synop (pengamatan) yang kemudian dijumlahkan dan dibagi
menjadi rata-rata per tahun.
Untuk pengukur curah hujan harus diletakan ditempat yang
terbuka dengan ketinggian 120 cm, dan luas mulut penakar 100 cm².
3. DATA SUHU RATA-RATA
BULANAN KOTA TASIKMALAYA
BULAN :
Maret
TAHUN :
2013
STASIUN
: Lanud Wiriadinata
|
Tanggal
|
Temperatur
(ºC)
|
Dewpoint
|
|||||||
|
07.00
|
13.00
|
18.00
|
07.00
|
13.00
|
18.00
|
||||
|
18
|
21,5
|
24,5
|
23
|
29,5
|
23,5
|
20
|
21,0
|
28,2
|
9,0
|
|
25
|
23
|
27
|
26,5
|
32
|
21
|
22
|
25,5
|
|
10,9
|
Tanggal
18
Pukul:
07.00: 21,5 – 24,5 = -3 = 98%
13.00: 23 – 29,5 = -6,5 = 95%
18.00: 23,5 – 20 = 3,5 = 72% +
265% / 3 = 88,4%
Tanggal
25
Pukul: 07.00: 23 – 27 = -4 = 97%
13.00: 26,5 – 32 = -11 = 97%
18.00: 21 – 22 = -1 =
77% +
271% / 3 = 90%
BULAN :
April
TAHUN :
2013
STASIUN
: Lanud Wiriadinata
|
Tanggal
|
Temperatur (ºC)
|
Dewpoint
|
|||||||
|
1
|
07.00
|
13.00
|
18.00
|
07.00
|
13.00
|
18.00
|
|||
|
24
|
27,5
|
27
|
38
|
21
|
22
|
27,0
|
|
21,9
|
|
|
8
|
24,5
|
27,5
|
28,5
|
30
|
26,5
|
25,5
|
27,2
|
|
24,6
|
|
15
|
25,5
|
24,5
|
29
|
33,5
|
26
|
27
|
18,8
|
|
25,8
|
|
22
|
27
|
24,5
|
28
|
33
|
24
|
23,5
|
17,9
|
|
16,1
|
|
29
|
24,5
|
25
|
27,5
|
32
|
25,5
|
27
|
25,0
|
|
26,0
|
Tanggal
1
Pukul:
07.00: 24 – 27,5 = -3,5 = 98%
13.00: 27 – 38 = -11 =
94%
18.00: 21 – 22 = -1 =
100% +
292% / 3 = 97%
Tanggal
8
Pukul:
07.00: 24,5 – 27,5 = -3 = 98%
13.00: 28,5 – 30 = -1,5 = 100%
18.00: 26,5 – 25,5 = 1 = 92 % +
290% / 3 = 96%
Tanggal
15
Pukul:
07.00: 25,5 – 24,5 = 1 = 92%
13.00: 29 – 33,5 = -4,5 = 97%
18.00: 26 – 27 = -1 =
100% +
289% / 3 = 96%
Tanggal
22
Pukul:
07.00: 27 – 24,5 = 2,5 = 18%
13.00: 28 – 33 = -5 =
97%
18.00: 24 – 23,5 = 0,5 = 98% +
213% / 3 = 71%
Tanggal
29
Pukul:
07.00: 24,5 – 25 = -0,5 = 97%
13.00: 27,5 – 32 = -2,5 = 98%
18.00: 25,5 – 27 = -1,5 = 97% +
292% / 3 = 97%
BULAN :
Mei
TAHUN :
2013
STASIUN
: Lanud Wiriadinata
|
Tanggal
|
Temperatur (°C)
|
Dewpoint
|
||||||||
|
Bola Kering
|
Bola Basah
|
Titik Embun
|
||||||||
|
|
07.00
|
13.00
|
18.00
|
07.00
|
13.00
|
18.00
|
||||
|
6
|
23
|
24,5
|
26,5
|
34
|
26
|
22
|
23,4
|
|
10,5
|
|
|
13
|
25,5
|
24
|
23
|
27,5
|
27,5
|
26
|
23,3
|
27,1
|
25,3
|
|
|
20
|
24
|
22
|
25
|
30
|
24
|
23,5
|
20,9
|
|
22,6
|
|
|
27
|
26
|
24
|
24
|
29,5
|
25
|
23
|
23,1
|
29,5
|
21,7
|
|
Tanggal
6
Pukul:
07.00: 23 – 24,5 = -0,5 = 97%
13.00: 26,5 – 34 = 6,5 = 95%
18.00: 26 – 22 = 4 = 69% +
261% / 3 = 87%
Tanggal
13
Pukul:
07.00: 25,5 – 24 = 1,5 = 89%
13.00: 23 – 27,5 = -4,5 = 97%
18.00: 27,5 – 26 = 1,5 = 89% +
275% / 3 = 92%
Tanggal
20
Pukul:
07.00:
24 – 22 = 2 = 83%
13.00: 25 – 30 = -5 = 97%
18.00: 24 – 23,5 = 0,5 = 97% +
277% / 3 = 93%
Tanggal
27
Pukul:
07.00: 26 – 24 = 2 = 84%
13.00: 24 – 29,5 = -5 = 97%
18.00: 25 – 23 = 2 = 84% +
265% / 3 = 88%
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
fenomena yang berhubungan
dengan atmosfer adalah cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer
dalam waktu yang singkat dan menempati wilayah yang sempit, dan dapat ditelaah
lebih lanjut oleh meteorologi. Sedangkan rata-rata keadaan cuaca dalam
waktu yang sangat lama dan berlaku diwilayah yang luas dinamakan dengan Iklim,
dan dipelajari secara khusus oleh ilmu klimatologi.
Di TNI AU Lanud Wiriadinata
Kota Tasikmalaya terdapat alat-alat pengukran cuaca dan iklim diantaranya: Sangkar Meteo, Tabung Gas, Balon Gas, Tiodolit, Anemometer, Penakar Curah Hujan,
Barometer, dan Camble Stroke.
B. Saran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar