Sabtu, 22 Juni 2013

Laporan Meteorologi dan Klimatologi

STASIUN CUACA LANUD WIRIADINATA
KOTA TASIKMALAYA

LAPORAN

Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Praktikum Meteorologi dan Klimatologi






Oleh,
Cep Roby Hermawan
122170037






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SILIWANGI
TASIKMALAYA
2013


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Illahi Robbi, karena atas limpahan Rahmat, Hidayah dan Inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan ini. Laporan ini penulis ajukan sebagai tugas dari hasil penelitian di daerah Manonjaya Lanud Wiriadinata.
Materi yang disajikan dalam laporan ini meliputi seperangkat pengetahuan yang penulis dapatkan dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan. Laporan ini juga dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan. Dengan demikian, diharapkan para pembaca dapat memahami isi dan materi dengan baik,
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam penulisan laporan ini.
Penulis menyadari dalam laporan ini masih banyak kekurangan. Karenanya, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi kesempurnaan laporan ini dimasa yang akan datang.
Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat dan dapat memenuhi kebutuhan dosen,mahasiswa dan para pembaca lainnya.


Tasikmalaya, Juni 2013


Penulis,



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Disemua Universitas dijurusan Geografi setiap selaulu di laksanakan penelitian keluar yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi geografi untuk mengetahui dan memahami alat-alat untuk mengukur suhu, tekanan udara, intesitas cahaya matahari dan sebaginya. Dan dalam mata kuliah geografi khususnya mata kuliah Meteorologi dan Klimatologi tidak hanya teori saja jadi harus dilaksanakan sebuah penelitian langsung ke lapangan untuk memahami yang sebenarnya tentang kajian geografi dan mencocokan dengan yang kita pelajari.
Penelitian ini merupakan salah satu mata kuliah yang apabila kita tidak mengikutinya maka mata kuliah yang bersangkutan tidak akan lulus. Itulah yang melatarbelakangi dalam pembuatan laporan penelitian alat-alat meteorology dan klimatologi.
B. Permasalahan
1. Apa saja alat-alat Meteorology dan Klimatologi beserta cara kerjanya?
2. Bagaimana keadaan suhu rata-rata kota Tasikmalaya?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui alat-alat Meteorologi dan Klimatologi beserta cara kerjanya.
2. Untuk mengetahui keadaan suhu rata-rata kota Tasikmalaya

BAB II
PEMBAHASAN

A. Unsur-unsur Cuaca Dan Iklim beserta Alat-alatnya
Atmosfer adalah suatu lingkungan benda gas yang menyelubungi bumi,atau suatu lapisan udara yang ada di atas permukaan bumi dan ikut berotasi atau berevolusi bersama-sama dengan bumi. Adapun fenomena yang paling berhubungan dengan atmosfer adalah cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer dalam waktu yang singkat dan menempati wilayah yang sempit, dan dapat ditelaah lebih lanjut oleh meteorologi. Sedangkan rata-rata keadaan cuaca dalam waktu yang sangat lama dan berlaku diwilayah yang luas dinamakan dengan Iklim, dan dipelajari secara khusus oleh ilmu klimatologi.
Alat klimatologi atau meteorologi biasanya disimpan di dalam sangkar meteorologi agar dapat terlindung dari hujan, debu dan sebagainya. Alat tersebut harus dipelihara oleh orang terlatih. Stasiun klimatologi adalah unit pelaksana tekhnis BMKG yang bertugas;

1. Melaksanakan pengamatan klimatologi
2. Pengumpulan dan penyebaran data
3. Pelayanan jasa klimatologi dan kualitas udara
4. Pengamatan meteorologi pertanian

Dalam hal ini ada beberapa yang perlu alat-alat yang di pelajari dalam observasi kali ini diantaranya:

1. Suhu udara
Adalah tingkat derajat panas dari kegiatan molekul dalam atmosfer. Semakin cepat gerakanya semakin tinggi pula suhunya sehingga yang dirasakan semakin panas. Pengukuran suhu udara dan kelembapan udara dapat dilakukan dengan menggunakan Psikometer (sangkar meteorologi) dengan satuan celcius (C).
a. Psikometer (Sangkar Meteo)
 
Berfungsi sebagai tempat meletakan peralatan meteorologi. Thermometer bola basah dan thermometer bola kering dibacanya satu jam sekali dan hasilnya akan didapati kelembaban udara humidity. Untuk thermometer maximum dan thermometer minimum dibacanya pada sore hari, berita sinopnya dikirim ke Ciputat, Palembang, Medan Pontianak untuk mendapatkan prakiraan cuaca. Dalam thermometer ini terdapat air raksa yang satuannya millimeter (mm), hasilnya thermometer bola basah dan bola kering dapat ditemukan dewpoint table (titik embun) dan kelembaban nisbi. Biasanya thermometer maximum posisinya sedikit yang sudah ditetapkan menjadi standar nasional. Di dalamnya terdapat empat buah thermometer:

1.      Thermometer Bola Kering (BK)
yaitu suhu yang ditunjukkan dengan thermometer bulb biasa dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini bias dalam celcius, Kelvin, fahrenheit. Seperti yang diketahui bahwa thermometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam thermometer. Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan thermometer biasa maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb thermometer. Karena mendapatkan   kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada di dalam thermometer mengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik. Kenaikan ketinggian cairan ini yang di konversika dengan satuan suhu (celcius, Fahrenheit, dll).
2.      Thermometer Bola Basah (BB)
yaitu suhu bola basah. suhu ini diukur dengan menggunakan thermometer yang (bagian bawah thermometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya.
3.      Thermometer Maxsimum
Adalah termometer air raksa yang diletakan mendatar agak miring keatas karena adanya tabung permukaan. Pada tabung gelasnya dibuat penyempitan pembuluh (konstriksi). Jika suhu panas maka air raksa memuai sehingga permukaan air raksa naik (bergerak ke kanan) tetapi jika suhu turun, permukaan air raksa tetap pada kedudukan seperti pada waktu suhu panas, hal ini disebabkan karena adanya konstriksi yang menutup air raksa yang berada di atas nya.

4.      Thermometer Minimum
Adalah termometer yang menggunakan zat cair alkohol. Cara kerjanya jika suhu dingin maka permukaan alkohol yang bergerak ke kiri akan membawa indeks petunjuk, yang berwarna merah jika suhu naik, maka indeks akan tetap pada tempatnya, meskipun permukaan alkohol mengembang dan bergerak ke kanan.




Cara penggunaanya :
- Bola basah dan bola kering di baca denga menggunakan titik embun dan kelembapan udara.
- Thermometer maxsimum dilihat pada sore hari sekitar pukul. 12.00-19.00
  Thermometer r minimum dilihat pada pagi hari sekitar pukul. 00.00-07.00
- Setelah dibaca kemudiaan di reset dengan cara Thermometer bola kering di angkat ke atas kebawah sehingga mulai dari nol lagi. Thermometer bola basah di putar sehingga mulai dari nol lagi.

2. Angin
a. Theodolit
Alat untuk mengukur udara lapisan atas, udara itu berada disekitar lapisan bisa sampai 15.000 feet yang menggunakan balon meteo dan ditiup memakai gas. Balon diukur menggunakan piler di sesuaikan dengan pas setelah 30 menit, di catat sudut validasinya dan azimutnya sampai balon hilang menembus awan.
Meja plotting board digunakan untuk mengukur pada 1.000 feet dan seterusnya, biasanya digunakan untuk penerjun dan penerbang, telotiksida, ferisilikon, dan air lalu di masukan ke balon meteo yang setiap 30 detik di catat dan terus dicermati. Bisa mengetahui beberapa feet sekaligus notnya.
Pada lapisan atas terutamanya lapisan awan, cumulonimbus memiliki listrik dan partikel-partikel membahayakan yang sangat ditakuti juga terdapat turbolensi yang maksudnya gerakan angin yang dating dan perginya tidak beraturan, alat ini bisa menghasilkan prakiraan cuaca. Pesawat boing diatas 20.000 feet kalau visibility diatas 20.000 m sudak tidak berpengaruh untuk cuaca. Satuannya derajat dan not.

Balon Meteo


Tabung Gas
b. Anemometer


Alat untuk mengukur arah dan kecepatan angin permukaan, ada batasnya 10 m dari permukaan untuk turun dan naiknya pesawat. Terdapat dua jenis yaitu Young dari Jepang dan Erquest dari Jerman, cara kerjanya untuk request menunjukan arah dan untuk kecepatan bergerak secara otomatis. Sedangkan yang digital sangat peka terhadap keadaan angin, setiap hembusan angin kencang maka knotnya akan naik. Satuannya knot.


3. Penyinaran Matahari
    Humble Stock
            Alat untuk mengukur lamanya penyinaran matahari, satuannya persen (%). Memakai pias yang pendek, sedang, dan panjang. Untuk yang pendek digunakan pada bulan 1 November sampai 29 February dan posisi piasnya diatas, untuk yang medium digunakan pada bulan September sampai Oktober dan Maret sampai April dipasang dibagian tengah, untuk yang panjang digunakan pada bulan 31 Agustus yang pemasangannya dibawah setiap jam 6 pagi samap jam 6 sore. Alat ini anti air, posisinya tidak berubah, kalau cuaca bagus maka hasil pembakarannya akan bagus dan sebaliknya kalau keadaan cuaca sedang tidak mendukung maka pembakarannya akan terputus-putus. Arahnya menghadap ke utara yang berlaku untuk semua alat. Di pias tersebut terdapaat nomor yang menunjukan jam, jadi dipakai dalam hasil persen (%) yang tiap garis jaraknya 10%.

4. Hujan atau Presipitasi
            Hujan adalah sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es dan slit. Hujan memerlukan keberadaan lapisan atmosfer tebal agar dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan di atas permukaan Bumi. Di Bumi, hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya tiba di daratan. Dua proses yang mungkin terjadi bersamaan dapat mendorong udara semakin jenuh menjelang hujan, yaitu pendinginan udara atau penambahan uap air ke udara. Virga adalah presipitasi yang jatuh ke Bumi namun menguap sebelum mencapai daratan; inilah satu cara penjenuhan udara. Presipitasi terbentuk melalui tabrakan antara butir air atau kristal es dengan awan. Butir hujan memilik ukuran yang beragam mulai dari pepat, mirip panekuk (butir besar), hingga bola kecil (butir kecil). Di Lanud terdapat beberapa penakar hujan:

a. Penakar Hujan (Tipe OBS)









Yaitu alat penakar hujan manual yang waktu pengukurannya 3 jam sekali, lalu dicatat dibuku sandi dan dikirm ke Palembang dan Medan. Satu kali 24jam itu dikirimkan laporannya, 1m itu mewakili 1m². satuannya millimeter (mm), dipergunakan untuk kebutuhan cuaca.

b. Penakar Hujan (Tipe Hillman)


Bekerja secara otomatis karena bekerja sendiri, dipasang jam 7 pagi, ada tinta untuk mencatat yang bisa mengetahui jumlah curah hujannya dan bisa dibaca di kertas piasnya. Kalau sudah penuh jamnya akan naik berputar seperti seismograf. Satuannya millimeter (mm), jamnya dipasang pada saat penakaran 10 mm, jam akan naik. Cara pencatatannya secara otomatis, penakaran secara manual dan otomatis hasilnya sama dan jamnya berputar 24 jam seperti mana biasanya. Penemunya adalah Hillman.
5. Tekanan Udara
Adalah kumpulan udara untuk menahan gaya beratnya, dapat di ukur dengan menggunakan Barometer. Satuanya milibar (mb).
Barometer adalah tabung yang berisi air raksa yang dilengkapi oleh thermometer untuk mengetahui suhu udara di dalam ruangan. Alat ini tidak boleh terkena sinar matahari, angin langsung dan di ruangannya jangan banyak orang karena hasil pengukurannya akan berbeda dan tekanannya pun akan naik, dipasang tegak lurus pada dinding yang kuat. Tinggi bejananya satu meter dari lantai.
Cara kerjanya adalah baca termometer yang menempel pada barometer kemudian stel nonius sehingga menyinggung permukaan air raksa lalu baca skala barometer.

6.      Awan
Adalah gabungan uap air yang terdapat pada udara. Ketika terjadi penurunan suhu, uap air tersebut akan mengembun menjadi titik-titik air, peristiwa ini disebut kondensasi.
Berdasarkan ketinggianya awan dibedakan menjadi awan tinggi, awan menengah dan awan rendah. Sedangkan menurut bentuknya awan dibedakan menjadi:

a.       Cirus yaitu awan yang bentuknya terdiri dari serat-serat halus.
b.      Cumulus yaitu awan yang bentuknya bergerombol seperti bulu domba.
c.       Strarus yaitu awan yang bentuknya berlapis-lapis.

7.      Kelembaban Udara
Adalah kandungan uap air yang terdapat dalam udara. Kelembapan udara dapat diukur dengan psikometer yang terdiri dari termometer bola kering dan bola basah. Alat ini ditempatkan dalam sangkar meteorologi dalam keadaan datar. Bola yang mengandung air raksa dari termometer bola basah dibungkus dengan kain yang dibasahi terus menerus dengan air destilasi melalui benang yang tercelup pada sebuah mangkok air yang kecil. Dengan memutar psikometer diluar sangkar meteorologi selama kurang lebih 1 sampai 2 menit dapat dibaca suhu termometer bola basah dan kering. kemudian hasil tersebut akan dicocokan dengan tabel kelembaban udara sehingga akan didapatkan kelembapan relatifnya. Ada sebuah alat yang digunakan untuk mengukur kelembapan udara dan suhu udara secara otomatis yaitu thermohigrograf.






B. Deskrifsi keadaan cuaca di Tasikmalaya
1. Suhu rata-rata kota Tasikmalaya
Suhu rata-rata tahunan untuk kota tasikmalaya yaitu dicari melalui pengamatan setiap jam kemudian dimasukan data tersebut kedalam buku synop (buku pengamatan). Suhu tahunan rata-rata dihitung dari jumlah suhu bulanan rata-rata dan di bagi dengan 12 bulan. Sebenarnya suhu tahunan rata-rata dihitung dari jumlah suhu harian rata-rata dalam satu tahun dan di bagi dengan jumlah hari selama setahun yaitu 365 hari, tetapi kedua perhitungan itu secara otomatis memberikan hasil yang sama.

2. Cara memperoleh data tentang suhu rata-rata dan rata-rata curah hujan tahunan.
Suhu rata-rata tahunan dan rata-rata curah hujan tahunan diperoleh dari hasil pengamatan temperatur dan tekana setiap jam, hari, minggu dan bulan. Dalam buku synop (pengamatan) yang kemudian dijumlahkan dan dibagi menjadi rata-rata per tahun.
Untuk pengukur curah hujan harus diletakan ditempat yang terbuka dengan ketinggian 120 cm, dan luas mulut penakar 100 cm².

3. DATA SUHU RATA-RATA BULANAN KOTA TASIKMALAYA
BULAN                      : Maret
TAHUN                      : 2013
STASIUN                   : Lanud Wiriadinata





Tanggal
Temperatur (ºC)
Dewpoint
07.00
13.00
18.00
07.00
13.00
18.00
18
21,5
24,5
23
29,5
23,5
20
21,0
28,2
9,0
25
23
27
26,5
32
21
22
25,5

10,9

Tanggal 18
Pukul: 07.00: 21,5 – 24,5 = -3            = 98%
            13.00: 23 – 29,5 = -6,5            = 95%
            18.00:  23,5 – 20 = 3,5            = 72% +
                                                               265% / 3 = 88,4%

Tanggal 25
Pukul:  07.00: 23 – 27 = -4                 = 97%
            13.00: 26,5 – 32 = -11             = 97%
            18.00: 21 – 22 = -1                  = ­77% +
                                                               271% / 3 = 90%

BULAN                      : April
TAHUN                      : 2013
STASIUN                   : Lanud Wiriadinata

Tanggal
Temperatur (ºC)
Dewpoint
1
07.00
13.00
18.00
07.00
13.00
18.00
24
27,5
27
38
21
22
27,0

21,9
8
24,5
27,5
28,5
30
26,5
25,5
27,2

24,6
15
25,5
24,5
29
33,5
26
27
18,8

25,8
22
27
24,5
28
33
24
23,5
17,9

16,1
29
24,5
25
27,5
32
25,5
27
25,0

26,0


Tanggal 1
Pukul: 07.00: 24 – 27,5 = -3,5            = 98%
            13.00: 27 – 38 = -11                = 94%
            18.00: 21 – 22 = -1                  = 100% +
                                                               292% / 3 = 97%

Tanggal 8
Pukul: 07.00: 24,5 – 27,5 = -3            = 98%
            13.00: 28,5 – 30 = -1,5            = 100%
            18.00: 26,5 – 25,5 = 1             = 92 % +
                                                               290% / 3 = 96%

Tanggal 15
Pukul: 07.00: 25,5 – 24,5 = 1             = 92%
            13.00: 29 – 33,5 = -4,5            = 97%
            18.00: 26 – 27 = -1                  = 100% +
                                                               289% / 3 = 96%


Tanggal 22
Pukul: 07.00: 27 – 24,5 = 2,5             = 18%
            13.00: 28 – 33 = -5                  = 97%
            18.00: 24 – 23,5 = 0,5             = 98% +
                                                               213% / 3 = 71%

Tanggal 29
Pukul: 07.00: 24,5 – 25 = -0,5            = 97%
            13.00: 27,5 – 32 = -2,5            = 98%
            18.00: 25,5 – 27 = -1,5            = 97% +         
                                                   292% / 3 = 97%

BULAN          : Mei
TAHUN          : 2013
STASIUN       : Lanud Wiriadinata

Tanggal
Temperatur (°C)
Dewpoint
Bola Kering
Bola Basah
Titik Embun

07.00
13.00
18.00
07.00
13.00
18.00
6
23
24,5
26,5
34
26
22
23,4

10,5
13
25,5
24
23
27,5
27,5
26
23,3
27,1
25,3
20
24
22
25
30
24
23,5
20,9

22,6
27
26
24
24
29,5
25
23
23,1
29,5
21,7

Tanggal 6
Pukul: 07.00: 23 – 24,5 = -0,5            = 97%
            13.00: 26,5 – 34 = 6,5             = 95%
            18.00: 26 – 22 = 4                   = 69% +
                                                               261% / 3 = 87%

Tanggal 13
Pukul: 07.00: 25,5 – 24 = 1,5             = 89%
            13.00: 23 – 27,5 = -4,5            = 97%
            18.00: 27,5 – 26 = 1,5             = 89% +
                                                               275% / 3 = 92%

Tanggal 20
Pukul: 07.00:  24 – 22 = 2                  = 83%
            13.00: 25 – 30 = -5                  = 97%
            18.00: 24 – 23,5 = 0,5             = 97% +
                                                               277% / 3 = 93%

Tanggal 27
Pukul: 07.00: 26 – 24 = 2                   = 84%
            13.00: 24 – 29,5 = -5               = 97%
            18.00: 25 – 23 = 2                   = 84% +
                                                               265% / 3 = 88%


BAB III
PENUTUP

A. Simpulan

fenomena yang berhubungan dengan atmosfer adalah cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer dalam waktu yang singkat dan menempati wilayah yang sempit, dan dapat ditelaah lebih lanjut oleh meteorologi. Sedangkan rata-rata keadaan cuaca dalam waktu yang sangat lama dan berlaku diwilayah yang luas dinamakan dengan Iklim, dan dipelajari secara khusus oleh ilmu klimatologi.
Di TNI AU Lanud Wiriadinata Kota Tasikmalaya terdapat alat-alat pengukran cuaca dan iklim diantaranya: Sangkar Meteo, Tabung Gas, Balon Gas, Tiodolit, Anemometer, Penakar Curah Hujan, Barometer, dan Camble Stroke.
B. Saran







Tidak ada komentar:

Posting Komentar